Tuesday, October 15, 2013

Lirik Lagu Come and Get It - Selena Gomez

Selena Gomez - Come and Get It

[chorus]
When you're ready come and get it (x2)
Na na na (x3)

When you're re-e-a-dy (x2)

When you're ready come and get it
Na na na (x3)

You ain’t gotta worry it’s an open invitation
I’ll be sittin’ right here real patient
All day all night I’ll be waitin’ standby
Can’t stop because I love it, hate the way I love you
All day all night maybe I’m addicted for life, no lie.
I’m not too shy to show I love you, I got no regrets.
I love you much to, much to hide you, this love ain’t finished yet. This love ain’t finished yet…
So baby whenever you’re ready…

[chorus]
When you're ready come and get it (x2)
Na na na (x3)

When you're re-e-a-dy (x2)

When you're ready come and get it
Na na na (x3)

You got the kind of love that I want, let me get that.
And baby once I get it I’m yours no take backs.
I’m gon’ love you for life I ain’t leaving your side
Even if you knock it ain’t no way to stop it
Forever you’re mine baby I’m addicted no lie, no lie
I’m not too shy to show I love you, I got no regrets.
So baby whenever you’re ready…..

[chorus]
When you're ready come and get it (x2)
Na na na (x3)

When you're re-e-a-dy (x2)

When you're ready come and get it
Na na na (x3)

This love will be the death of me, but I know I’ll die happily
I’ll know I’ll know I’ll know
Because you love me so…Yeah!

[chorus]
When you ready come and get it
Na na na (x3)

When you're re-e-a-dy (x2)

When you're ready come and get it
Na na na (x3)

Lirik Lagu Slow Down - Selena Gomez

Selena Gomez - Slow Down

Now that I have captured your attention
I want to steal you for a rhythm intervention
Mr. T, you say I'm ready for inspection
Show me how you make a first impression

Oh, oh
Can we take it nice and slow, slow
Break it down and drop it low, low
Cause I just wanna party all night in the neon lights 'til you can't let me go

I just wanna feel your body right next to mine
All night long
Baby, slow down the song
And when it's coming closer to the end hit rewind
All night long
Baby, slow down the song

If you want me I'm accepting applications
So long as we keep this record on rotation
You know I'm good with mouth to mouth resuscitation
Breathe me in, breathe me out
So amazing

Oh, oh
Can we take it nice and slow, slow
Break it down and drop it low, low
Cause I just wanna party all night in the neon lights 'til you can't let me go

I just wanna feel your body right next to mine
All night long
Baby, slow down the song
And when it's coming closer to the end hit rewind
All night long
Baby, slow down the song

Breathe me in, breathe me out
The music's got me going
Breathe me in, breathe me out
No stop until the morning
Breathe me in, breathe me out
You know I'm ready for it
For it, for it
Yeah
Breathe me in, breathe me out
The music's got me going
Breathe me in, breathe me out
No stop until the morning
Breathe me in, breathe me out
You know I'm ready for it
For it, for it
Yeah

I just wanna feel your body right next to mine
All night long
Baby, slow down the song
And when it's coming closer to the end hit rewind
All night long
Baby, slow down the song

Thursday, October 10, 2013

Laporan Praktikum Biologi Cahaya pada Fotosintesis


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
CAHAYA PADA FOTOSINTESIS



I.                  PENDAHULUAN


1.1         Latar Belakang

Suatu ciri hidup yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam tubuh tumbuhan. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis.
Fotosintesis merupakan akrivitas kimiawi dari tumbuhan untuk membentuk energi. Beberapa faktor yang mempengaruhi fotsintesis adalah air, konsentrasi CO2 dan cahaya. Cahaya tidak dapat dipisahkan dari fotosintesis karena cahaya merupakan bahan bakar untuk menghasilkan karbohidrat dan Oksigen. Pada dasarnya satu foton hanya dapat  diserap oleh satu molekul saja pada waktu tertentu dan terjadinya eksitasi pada suatu elektron  dalam suatu molekul disebabkan oleh foton. Foton akan menempati posisi pada kondisi tereksitasi yang ditangkap oleh molekul-molekul pigmen.
Pigmen –pigmen atau warna-warna pada tanaman terutama sayuran dan buah-buahan memiliki perbedaan warna yang disebabkan oleh pigmen yang ada pada syuran atau buah-buahan tersebut. Beberapa pigmen yang banyak dan biasa terlihat seperti klorofil, antosianin dan karotenoid (Karoten dan xanotifil)
Warna hijau pada daun merupakan salah satu aplikasi dari pigmen klorofil. Selain memberikan warna hijau pada daun, klorofil memiliki andil besar dalam proses fotosintesis, tanpa adanya klorofil fotosintesis tidak mungkin terjadi, kondisi ini terjadi karena klorofil memiliki sifat dapat menerima sinar cahaya dan dapat mengembalikannya dalam kondisi gelombang yang berbeda. Klorofil dapat mengalami degradasi warna yang awalnya berwarna hijau dapat berubah menjadi warna kuning. Degradasi warna ini dapat  menjadi patokan atau tolak ukur dari sayuran apakah masih segar atau tidak. Klorofil tidak larut dalam air melaikan larut dalam etanol, eter, bensol, dan metanol. Klorofil tidak dapat larut dalam air disebabkan memiliki lebih banyak sifat lipofil daripada hidrofil yang menyebabkan sukar bersinggungan dengan air.
Pada umumnya, sel fotosintesis mengandung satu sel atau lebih pigmen klorofil yang berwarna hijau. Berbagai sel fotosintesis lainnya seperti pada ganggang dan bakteria, berwarna coklat, merah, atau ungu. Hal ini disebabkan oleh adanya pigmen lain disamping klorofil yaitu pigmen pelengkap seperti karotenoid yang berwarna kuning, merah atau ungu dan pigmen fikobilin yang berwarna biru atau merah.
Fotosintesis pada tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti intensitas cahaya (laju fotosintesis maksimum ketika banyak cahaya), konsentrasi karbondioksida (semakin banyak karbon dioksida diudara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis), suhu (enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesisnya dapat bekerja pada suhu optimalnya).
Berdasarkan penjelasan diatas mengenai fotosintesis, maka dilakukanlah praktikum ini sehingga kita dapat melihat bagaiman fotosintesis berlangsung dan mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi lajunya dan apa yang dihasilkan dari proses fotosintesis. Sehingga kita dapat membandingkan antara teori yang kita dapat dari proses pembelajaran dengan hasil yang kita temukan di dalam praktikum.

1.2    Tujuan

Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh warna cahaya terhadap kecepatan fotosintesis dan mengetahui jenis cahaya yang memiliki pengaruh yang tinggi terhadap proses fotosintesis.



II.               TINJAUAN PUSTAKA


Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan. Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga sebagian besar menghasilkan oksigen yang terdapat di atmosfer bumi. Fotosintesis juga merupakan salah satu cara asimilasi karbon, karena dalam fotosintesis karbon bebas dari (CO2) diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi.
Energi foton yang digunakan untuk menggerakkan elektron melawanan gradient panas di dalam fotosistem I dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat, yang secara termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan pelepasan O2, jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam sebuah keadaan tereksitasi, karena satu elektronnya pada keadaan dasar pindah ke orbit (Anwar, 1984).
Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla Verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 1993).
Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).
Fotosistem ada dua macam, yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I tersusun oleh klorifil a dan klorifil b dengan perbandingan 12:1 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Pada fotosistem II perbandingan klorofil a dan klorofil b yaitu 1:2 dan tereksitasi secara maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 680 nm (Syamsuri, 2000).
Tumbuhan bersifat autotrof, autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung, dari senyawa anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses ini berasal dari fotosintesis. Secara singkat reaksi fotosintesis yang manghasilkan glukosa dapat dituliskan sebagai berikut :
12H2O + 6CO2 –cahaya C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O
Cahaya sangat besar artinya bagi tumbuhan, terutama karena perannya dalam kegiatan fisiologis seperti fotosintesis,  respirasi, pertumbuhan serta pembuangaan, pembukaan dan penutupan stomata, perkecambahan dan pertumbuhan tanaman. Penyinaran matahari mempengaruhi pertumbuhan, reproduksi dan hasil tanaman melalui prose fotosintesis (Nurshanti, 2011). Lambers (2008) memaparkan bahwa tingkat ke ekstriman suatu lingkungan sangat berpengaruh terhadap tanaman utamanya fotosintesis. Pada kondisi ekstrim panas(tinggi), Pada suhu maksimum, pada suhu 45oC hingga 55oC selama dua jam, tanaman akan mati. Tanaman yang kadarkarbohidratnya tinggi lebih tahan terhadap suhu ekstrim tinggi, Suhu rendah pada kebanyakan tanaman mengakibatkan rusaknya batang, daun muda, tunas, bunga dan buah. Besarnya kerusakan organ atau jaringan tanaman, akibat suhu rendah tergantung pada, keadaan air, keadaan unsur hara, morfologi dan kodisi fisiologit anaman.Tanaman yang jaringannya kaya unsur kalium biasa lebih tahan terhadap suhu rendah, tetapi jaringan yang banyak mengandung nitrogen padau mumnya lebih rapuh.
Klorofil merupakan komponen penting pada tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan klorofil. 1) faktor bawaan, sama halnya dengan pigmen-pigmen lainnya, klorofil dibawa oleh gen induknya, bila pada indukan tidak terdapat klorofil maka pada anakan akan mengalami hal yang sama. 2) cahaya, dengan kondisi yang kurang cahaya atau gelap warna daunnya akan pucat, jika kelebihan cahaya maka akan berwarna hijau kekuning-kuningan. 3) oksigen, pada kecambah yang ditumbuhan tanpa cahaya lalu dipindahkan ke tempat dengan cahaya tidak bisa menghasilkan klorofil tanpa pemberian Oksigen terlebih dahulu. 4) karbohidrat, karbohidrat dapat membantu pembentukan klorofil bila sebelumnya tanaman ditumbuhkan tanpa adanya cahaya. 5) Nitrogen dan Magnesium, keduanya merupakan pehan penyusun dari klorofil. 6) unsur Mn, Cu, Zn, maskipun kebutuhan tanaman akan unsur ini sedikit tetapi dengan unsur-unsur ini dapat membantu pembentukan klorofil, jika kekuranganunsur-unsur ini tanaman akan mengalami klorosis. 7)  air, air meruakan faktor penting, bila kekurangan air maka mengakibatkan desintegrasi dari klorofil. 8) tempratur, tempratur yang ideal untuk pembentukan klorofil antara 3o-48oC (Dwidjoseputro, 1990).          Unsur Magnesium dalam tanaman tidak dapat dikesampingkan, menurut Nasamsir (2008) magnesium merupakan unsur penusun klorofil, sehingga defisiensi magnesium akan merupakan laju fotosintesis tanaman yang berdampak pada rendahnya produksi fotosintat. Rendahnya produksi fotosintat akan mempengaruhi penambahan bobot tanaman yang dicerminkan leh rendahnya LTR. Klorofil sendiri merupakan pembawa warna hijau daun yeng terdapat di kloroplas dan berfungsi penting bagi fotosintesis. Perubahan kkandungan klorofil, karotenoid dan antosianin berperan aktif dalam perkembangan benih, ini menunjukkan pigmen yang ada akan berpengaruh besar pada hasil dan mutu benih, pada masa perkecambahan benih pigmen-pigmen tersebut juga berperan, adapun perbedaan yang terjadi antara klorofil, antosianin dan karotenoid akan menyebabkan perbedaan pula pada masa perkecambahan (Baharudin, 2011).
Karoten terbagi manjadi beberapa warna, kuning (Xanthophyll), orange (Violaxauxhin), merah (Lycopene). Karoten pada buah-bauahan merupakan erubahan warna ketika buah masak. Klorofil sebagai warna hijau mulai hilang aau terdegradasi dan karotenoid tumbuh semakin banyak hingga mendominasi sehingga warna berubah menjadi kuning, orange dan merah. Pada jeruk manis merah darah, warna merah tidak hanya berasal dari likopen tetapi juga berasal dari antosianin (Pracaya, 2000). Karotenoid merupakan sumber provitamin A, kandungan provit-A dalam buah dalam kondisi padat ataupun cair dapat cepat dikonversikan menjadi vitamin A. Karotenoid dibagi menjadi dua fraksi, fraksi padat dan cair, jumlah fraksi cair lebih banyak daripada fraksi padat. Perbedaan ini dapat dilihat dari warna fraksi cair yang lebih merah daripada fraksi padatnya. Komposisi asam lemak penyusun pada fraksi cair dan padat mempengaruhi kandungan karotenoid, pada fraksi cair lebih banyak mengandung lemak tak jenuh sedangkan fraksi padat lebih banyak mengandung lemak jenuh (Syahputra, 2008). Karotenoid dan antosianin dapat berfungsi sebagai antioksidan dari patogen, agens fotoprotektif, dan fotooksidasi yang berguna melindungi benih dari radiasi.
Menurut Serghein (2008) kandungan antosianin dan konsentrasi flavonoid dapat membantu tanaman terlindung dari paparan radiasi tidak baik dari sinar matahari, ini dibuktikan dari peningkatan kandungan antosianin dan konsentrasi flavonoid yang meningkat pada kacang polong yang disinari UV secara penuh. Flavonoid dapat menyerap gelombang cahaya dengan  panjang 220-30 mm. Berbeda dengan antosianin, jumlah dari klorofil dan karotenoid menurun akibat paparan dari UV. Produksi flavonoid memerlukan gula  sebagai sumber fosfoenolpirufat dan eritrosa-4-fosfat yang menyedaiakan beberapa atom karbon yang diperlukan flavonoid untuk cincin-B (Salisbury, 1992). Antosianin terdapat di dalam air sel vakuola, biasanya terlarut.  Antosianin bersifat glikosida. Antosianin berwarna merah pada pH asam, berwarna biru pada pH basa, dan berwarna ungu pada pH netral (Dwidjoseputro, 1990).


 III.           PELAKSANAAN PRAKTIKUM


3.1         Waktu dan Tempat

Praktikum ini dilakukan di Laboratorium Kebun Percobaan dan Penelitian (KP2) lantai 1 Fakultas Pertanian Perikanan dan Biologi (Babel III) Universitas Negeri Bangka Belitung pada tanggal 1 Oktober 2013 pukul 09.10 – 10.45 WIB

3.2         Alat dan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu : Toples plastik, Corong kaca kecil, Tabung reaksi, Stopwatch
Bahan yang digunakan pada praktiku ini yaitu : Plastik warna biru, putih, kuning, merah, hijau, dan hitam, serta tumbuhan Hydrilla verticilata

3.3         Cara Kerja

1.      Rangkai alat dan bahan dengan toples diisi air, lalu letakkan tumbuhan Hydrilla verticilata didalam toples dan tutup tumbuhan Hydrilla verticillata dengan corong kaca, lalu tutup ujung corong dengan tabung reaksi yang sudah terisi air hingga tidak terdapat rongga udara
2.      Buat rangkaian alat dan bahan sebanyak 7 set untuk setiap kelompok
3.      Rangkaian pertama dibiarkan dalam keadaan terbuka dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari langsung
4.      Rangkaian kedua sungkup dengan plastik warna biru dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari langsung
5.      Rangkaian ketiga sungkup dengan plastik warna putih dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari langsung
6.      Rangkaian keempat sungkup dengan plastik warna kuning dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari langsung
7.      Rangkaian kelima sungkup dengan plastik warna merah dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari langsung
8.      Rangkaian keenam sungkup dengan plastik warna hijau dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari langsung
9.      Rangkaian ketujuh sungkup dengan plastik warna hitam dan diletakkan di tempat yang terkena cahaya matahari langsung
10.  Setelah selesai mempersiapkan ketujuh rangkaian alat dan bahan, lalu siapkan stopwatch dan mulai amati apa yang terjadi selama 10 menit
11.  Catat hasil pengamatan pada tabel yang sudah disediakan

 
IV.           HASIL DAN PEMBAHASAN


Fotosintesis merupakan proses pembentukan makanan (glukosa) pada tumbuhan yang mengandung zat hara, air dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari. Pada proses fotosintesis, tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Klorofil mengandung organel yang disebut kloroplas. Kloroplas inilah yang menyerap cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Sebagian besar energi dihasilkan di daun, didalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Berikut merupakan reaksi dalam proses fotosintesis:  6CO2 + 6H2O             C6H12 O6 + 6O2.
Fotosintesis dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor utama yang mempengaruhi laju fotosintesis adalah sebagai berikut :
1.    Intensitas Cahaya , semakin banyak cahaya yang masuk semakin maksimal proses fotosintesis pada tumbuhan.
2.    Kadar air, kebutuhan air pada tanaman harus tercukupi karena apabila kekurangan air atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat
     penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
3.    Konsentrasi karbondioksida, semakin banyak karbondioksida yang ada di
     udara, semakin banyak pula jumlah bahan yang didapatkan tumbuhan untuk
     melangsungkan kegiatan fotosintesis.
4.    Suhu, enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Pada umumnya laju fotosintesis meningkat seiring meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim
5.    Kadar fotosintat (hasil fotosintesis), Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Namun, jika kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, maka laju fotosintesis akan berkurang.
            Fotosintesis memerlukan cahaya yang umumnya berasal dari cahaya matahari. Namun, tidak semua cahaya matahari berguna untuk fotosintesis tetapi hanya cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang bermanfaat untuk memecah molekul air dalam proses fotosintesis. Cahaya yang digunakan dalam fotosintesis adalah cahaya yang tampak, dengan rentang panjang gelombang 400-760 nm. Sinar dengan gelombang lebih pendek disebut ultraviolet (UV) yang mempunyai panjang 300-350 nm, sedangkan gelombang yg lebih panjang disebut inframerah dengan panjang 700-750 nm. Cahaya tampak terbagi atas merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu . Cahaya merah (610 - 700 nm), hijau kuning (510 - 600 nm), biru (410 - 500 nm) dan violet/ungu (< 400 nm). Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap fotosintesis. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja dalam fotosintesis. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya pada panjang gelombang yang berbeda. Gelombang cahaya yang pendek < 400 nm (ungu) akan cepat terserap oleh pigmen klorofil untuk melakukan fotosintesis maka otomatis kerja sistem pada reaksi terang (membutuhkan cahaya) akan maksimum dan menghasilkan glukosa yang lebih dari cukup dan melepaskan udara (oksigen) yang lebih dari cukup pula. 
   Dalam kegiatan fotosintesis setiap tanaman menghasilkan oksigen yang berbeda-beda. Oleh karena itu dalam praktikum kali ini kita menggunakan tanaman hydrilla sp sebagai bahan pengamatan karena tanaman hydrilla ini merupakan tanaman yang hidup di air, sehingga memudahkan kita untuk mengetahui berapa banyak gelembung udara (oksigen) yang dihasilkan dari suatu proses fotosintesis. Selain itu, hydrilla ini merupakan tumbuhan spermatophyta yang hidup di air, sehingga ia memiliki bentuk adaptasi yang berbeda dengan spermatophyta darat, memiliki kloroplas dan klorofil yang terdapat didalamnya. Pada daunnya, dapat pula diamati proses aliran sitoplasmanya yaitu pada bagian sel – sel penyusun ibu tulang daun yang memanjang di tengah – tengah daun. Pada hydrilla juga terdapat trikoma yang berfungsi untuk mencegah penguapan yang berlebihan.
            Urutan hasil yang diperoleh dari yang menghasilkan oksigen terbesar hingga terkecil adalah plastik biru, tanpa plastik, plastik merah, plastik kuning, plastik hijau, plastik putih dan plastik hitam. Karena daun pada hydrilla berwarna hijau maka klorofil akan menyerap cahaya warna merah dan biru dan memantulkan cahaya hijau. Sehingga apabila semakin banyak cahaya merah atau biru yang diperoleh hydrilla maka semakin cepat proses fotosintesisnya sehingga menghasilkan O2 yang banyak pula.

 V.               SIMPULAN


Setelah melakukan praktikum ini kita dapat :
-       Mengetahui pengaruh warna cahaya terhadap kecepatan fotosintesis
-       Mengetahui jenis cahaya yang memiliki pengaruh yang tinggi terhadap proses fotosintesis

 
DAFTAR PUSTAKA


Campbell, dkk. 2002. Biologi Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Dwidjoseputro. 1990. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Kimball, John. W. 2000. Biologi Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Nawangsari, Sugiri. 1998. Biologi. Bandung : Erlangga
Fatihah, Ieyah. 2011. Fotosintesis. http://www.slideshare.net/atehhumaira/fotosintesis-slide?from_search=14. [diakses 21 Desember 2011]
Rahma, Handini. 2011. Fotosintesis. http://www.slideshare.net/andinrahma/fotosintesis-9298038?from_search=6. [diakses 17 September 2011]

Laporan Praktikum Biologi Mikroskop dan Penggunaannya


LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI
MIKROSKOP DAN PENGGUNAANNYA



I.                   PENDAHULUAN


1.1    Latar Belakang

Mikroskop merupakan salah satu alat yang penting pada kegiatan laboratorium sains, khususnya biologi. Untuk mengamati hewan atau benda mikroskopis, kita perlu menggunakan alat bantu untuk dapat memperjelas objek pengamatan. Alat bantu tersebut dapat berupa kaca pembesar (lup) maupun mikroskop. Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos = tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme yang berukuran kecil.
Mikroskop awalnya dibuat tahun 1590 oleh Zaccharias Janssen dan Hans, seorang tukang kacamata dari Belanda. Selanjutnya pada tahun 1610, Galileo, ahli fisika modern dan astronomi menggunakan mikroskop untuk mengamati gejala alam. Beberapa tahun kemudian Antonie van Leuwenhoek dari Belanda membuat mikroskop dengan satu lensa yang dapat membesarkan objek yang diamati sampai 300 kali. Tahun 1663 Robert Hooke, ilmuwan Inggris meneliti serangga dan tumbuhan dengan mikroskop. Ia menemukan sel-sel kecil pada gabus.
Praktikum ini dilakukan dengan tujuan agar kita mengetahui macam-macam mikroskop, bagaian-bagain mikroskop dan fungsinya serta hal-hal lain yang berhubungan dengan mikroskop itu sendiri. Hal dapat di dapat dicapai dengan mengenali baik-baik bagian-bagiannya, fungsinya, serta cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli kita dalam menggunakan mikroskop maka akan semakin baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita lakukan dengan menggunakan mikroskop.

.Suatu kenyataan yang tidak bisa dibantah, bahwa kita hidup di dunia ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan alat yang serba canggih, serba cepat dan serba otomatis, ini semua berkat kemajuan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, selalu membawa ke untungan bagi manusia, karena segala kesulitan hampir dapat dipecahkan. Seperti yang kita pelajari tentang benda-benda mikro (kecil) yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang manuria, untuk itu dibutuhkan alat yang dapat digunakan untuk melihat benda-benda mikro (kecil) tersebut yang dinamakan mikroskop. Pengertian mikroskop sendiri adalah alat yang dapat digunakan melihat benda-benda kecil.
Pengetahuan teori saja dirasa kurang cukup untuk menunjang ketrampilan mahasiswa dalam pengoperasian mikroskop. Karena mikroskop merupakan alat bantu utama dalam sebuah pengamatan dan penelitian khususnya dalam melihat benda-benda kecil. Oleh karena itu sebagai mahasiswa yang menuntut ilmu khususnya fakultas sains harus bisa menggunakan dan mengetahui fungsi bagian-bagian dari mikroskop karena kita tidak akan terlepas dari sebuah praktikum.

1.2    Tujuan

1.    Memperkenalkan komponen-komponen mikroskop dan cara penggunaannya
2.    Mempelajari cara penyiapan bahan yang akan diamati




 II.                 TINJAUAN PUSTAKA


Mikroskop pertama kali dikembangkan pada abad ke 16 menggunakan lensa sederhana untuk mengatur cahaya biasa. Pertama kali perbesaran terbatas kira-kira 10 kali dari ukuran objek sebenarnya. Setelah mengalami perbaikan akhirnya perbesaran bisa mencapai 270 sampai 400 kali.
Penemu sel dalam susunan organisme adalah bersamaan dengan munculnya pemakaian mikroskop, yaitu Mikroskop Cahaya ( mikroskop yang sering digunakan dalam biologi ), okuler baik yang berlensa tunggal atau dikenal dengan nama Mikroskop Monokuler maupun yang berlensa ganda atau yang dikenal dengan nama Mikroskop Binokuler. Sesungguhnya untuk meneliti sejarah pemakaian mikroskop dengan perbaikan-perbaikan yang sangat sulit.
Dapat dianggap bahwa penemuan alat-alat optik yang pertama adalah sudah merupakan pangkal penemuan dari mikroskop. Penggunaan sifat-sifat optik suatu permukaan yang melengkung sudah dilakukan oleh Euclid ( 3000SM ), Ptolemy ( 127-151 ), dan oleh Alhazan pada awal abad ke-11, tetapi pemakaian praktis alat pembesaran optik belum dilakukan. Baru pada abad ke-16,Leonardo da Vinci dan Maurolyco mempergunakan lensa untuk melihat benda-benda yang kecil.
Kakak beradik pembuat kaca mata bangsa Belanda yang bernama Zachary dan Francis Jansen pada tahun 1590 menemukan pemakaian dua buah lensa cembung dalam sebuah tabung. Penemuan ini dianggap sebagai prototip dari mikroskop. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z Jansen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda.
Tahun 1610 Galileo dengan kombinasi beberapa lensa yang dipasang dalam sebuah tabung timah untuk pertama kalinya berhasil digunakan sebagai sebuah mikroskop sederhana.
Tahun 1632-1723, Anthony van Lauwenhoek dapat membuat lensa-lensa dengan perbesaran yang memuaskan untuk melihat benda-benda yan kecil. Walaupun demikian terdapat keterbatasan kemampuan sebuah mikroskop dalam daya urainya. Hal tersebut terlihat jelas dalam sebuah rumus yang ditemukan oleh Abbe pada abad yang lalu.
Dari keterbatasan daya urai sebuah mikroskop, apabila dianalisis dengan menggunakan rumus Abbe, ternyata tidak terlalu dipengaruhi oleh lensa mikroskop, melainkan dipengaruhi oleh panjang gelombang cahaya yang dipakai. Pada awal abad ke-17 telah ditemukan mikroskop dengan bentuk lensa tunggal. Cara menggunakan mikroskop ini adalah dengan meletakkan objek yang diperiksa pada ujung jarum dan sisi lain lensa dibawa kedekat mata. Dengan menekan atau mengendorkan jarum didepan lensa, maka akan diperoleh titik fokusnya.
Setelah kemajuan dalam bidang teknologi maka bermuncullanlah berbagai tipe mikroskop modern. Mikroskop modern meliputi mikroskop cahaya, mikroskop ultraviolet, mikroskop fluerense, mikroskop elektron, dan mikroskop akustik.
Mikroskop berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan scopium (penglihatan). Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi tersendiri.
Mikroskop pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif (dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya dipasang pada roda berputar, yang disebut gagang putar. Setiap lensa objektif dapat diputar ke tempat yang sesuai dengan perbesaran yang diinginkan. Sistem lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan menghasilkan bayangan nyata yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler. Bayangan nyata tadi diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat.
Kebanyakkan mikroskop laboratorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm, berkekuatan rendah (10 X); lensa 4 mm, berkekuatan kering tinggi (40-45X); dan lensa celup minyak 1,8 mm (97-100X). Objektif celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari ketiganya. Lensa okuler terletak pada ujung atas mikroskop, terdekat dengan mata. Lensa okuler biasanya mempunyai perbesaran: 5X, 10X, 12,5X dan 15X. Lensa okuler terdiri dari lensa plankonveks yaitu lensa kolektif dan lensa mata.
1. Komponen Mikroskop
a. Kaki
Kaki berfungsi menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop. Pada kaki melekat lengan dengan semacam engsel, pada mikroskop sederhana (model student).
b. Lengan
Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau direbahkan. Lengan dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop.
c. Cermin.
Cermin mempunyai dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung, berfungsi untuk memantulkan sinar dan sumber sinar. Cermin datar digunakan bila sumber sinar cukup terang, dan cermin cekung digunakan bila sumber sinar kurang. Cermin dapat lepas dan diganti dengan sumber sinar dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah tidak lagi dipasang cermin, karena sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki).
d. Kondensor
Kondensor tersusun dari lensa gabungan yang berfungsi mengumpulkan sinar.
e. Diafragma
Diafragma berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris. Letak diafragma melekat pada diafragma di bagian bawah. Pada mikroskop sederhana hanya ada diafragma tanpa kondensor.
f. Meja preparat
Meja preparat merupakan tempat meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat. Objek diletakkan di meja dengan dijepit dengan oleh penjepit. Dibagian tengah meja terdapat lengan untuk dilewat sinar. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan meja tidak dapat dinaik atau diturunkan. Pada beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat dapat dinaik-turunkan.
g. Tabung.
Di bagian atas tabung melekat lensa okuler, dengan perbesaran tertentu (15X, 10X, dan 15 X). Dibagian bawah tabung terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa objektif.
h. Lensa obyektif
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X, 3 dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
i. Lensa Okuler
Lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
j. Pengatur Kasar dan Halus
Komponen ini letaknya pada bagian lengan dan berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop dengan tabung lurus/tegak, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan tabung sekaligus lensa onbjektif. Pada mikroskop dengan tabung miring, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan meja preparat.
2. Macam-macam Mikroskop
Ada beberapa jenis mikroskop dimana mikroskop ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing yaitu :
1.            Mikroskop Elektron
Mikroskop ini menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta resolusi yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop electron ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetikmyang lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.
Macam –macam mikroskop elektron:
·   Mikroskop transmisi elektron (TEM)
·   Mikroskop pemindai transmisi elektron (STEM)
·   Mikroskop pemindai electron
·   Mikroskop pemindai lingkungan electron (ESEM)
·   Mikroskop refleksi elektron (RE)

2.            Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen utama mikroskop stereo hamper sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas lensa okuler dan lensa objektif.
Beberapa perbedaan dengan mikroskop cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi dibandinhkan denan mikroskop cahaya ssehingga kita dapat melihat bentuk tiga dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasannya 3 kali, sehingga prbesaran objek total minimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat meja preparat. Pada daerah dekat lenda objektif terdapat lampu yang dihubungkan dengan transformator. Pengaturan focus objek terletak disamping tangkai mikroskop, sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas pengatur fokus.
3.            Mikroskop Fase kontras
Cara ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan alamiahnya yaitu tidak diberi warna dalam keadan hidup, namun pada galibnya fragma benda hidup yang mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) tembus chaya sehingga pada masing-masing tincram tak akan teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan menggunakan mikroskop fasekontras. Prinsip alat ini sangat rumit apabila mikroskop biasa digunakan nuklus sel hidup yang tidak diwwarnai dan tidak dapat dilihat, walaupun begitu karena nucleus dalam sel, nukleus ini mengubah sedikit hubungan cahaya yang melalui meteri sekitar inti.
Hubungan ini tidak dapaat ditangkap oleh mata manusia disebut fase. Namun suatu susunan filter dan diafragma pada mikroskop fase kontras akan mengubah perbedaan fase ini menjadi perbedaan dalam terang yaitu daerah-daerah terang dan bayangan yang dapat ditangkap oleh mata dngan demikian nukleus (dan unsure lain yang sejauh ini tak dapat dilihat menjadi dapat dilihat


4.            Mikroskop Cahaya
Mikroskop cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop memeiliki kaki yang berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki tiga dimensi lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor. Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung mikroskop.Lensa okuler pada mikroskop bias membentuk bayangan tunggal (monokuler) atau ganda (binikuler). Paada ujung bawah mikroskop terdapat dudukan lensa obektif yang bias dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek dan lensa mikroskop yang lain.
Pada mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari sinar matahari yang dipantulkan oleh suatu cermin dataar ataupun cukung yang terdapat dibawah kondensor. Cermin in akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada mikroskop modern sudah dilengkapai lampu sebagai pengganti cahaya matahari.
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan menentukan daya pisah specimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.Lensa okuler, merupakan lensa likrskop yang terdpat dibagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfugsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. Perbesran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4-25 kali.Lensa kondensor berfungsi untukk mendukung terciptanya pencahayaan padda objek yang akan difokus, sehinga pengaturrnnya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal, dua benda menjadi satu. Perbesaran akan kurang bermanfatjika daya pisah mikroskop kurang baik.



5.            Mikroskop Pender (Flourenscence Microscope)
Mikroskop pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknk ini protein anttibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian atau dikonjungsi dengan pewarna pendar. Karena reaksi Antibodi-Antigen itu besifat khas, maka peristiwa pendar akanan terjadi apabila antigen yang dimaksut ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna pendar.

6.            Mikroskop medan-gelap
Mikroskop medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk. Mikroskop medan-Gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang dapat dilihat. Berkas cahaya dari kerucut hampa ini dipantulkan dengan sudut yang lebih kecil dari bagian atas gelas preparat.

7.            Mikroskop Ultraviolet
Suatu variasi dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. Karena cahaaya ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya yang dapat dilihat, penggunaan cahaya ultra violet untuk pecahayaan dapat meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat daripada mikroskop biasa. Batas daya pisah lalu menjadium. Karena cahaya ultra violet tak dapat di;lihat oleh nata manusia, bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya9photografi Plate). Mikroskop ini menggunakan lensa kuasa, dan mikroskop ini terlalu rumit serta mahal untuk dalam pekerjaan sehari-hari.



III.                PELAKSANAAN PRAKTIKUM

3.1         Waktu dan Tempat

Waktu                : 09.10 – 10.45 WIB
Tempat               : Laboratorium MIPA Babel III Universitas Negeri Bangka
  Belitung

3.2         Alat dan Bahan

Alat :
·      Mikroskop Stereo
Bahan :
·      Preparat awetan akar, batang dan daun

3.3         Cara Kerja

1.      Siapkan mikroskop dan preparat yang akan digunakan dalam kegiatan praktikum
2.      Letakkan mikroskop stereo di atas meja dan hubungkan mikroskop stereo dengan sumber listrik
3.      Tekan tombol “on” pada transformator
4.      Letakkan preparat awetan pada meja preparat, pastikan meja preparat dalam keadaan datar agar kaca preparat awetan tidak jatuh dan pecah
5.      Amati objek dengan menggunakan perbesaran paling rendah terlebih dahulu, jika selesai mengamati perbesaran terendah, naik ke perbesaran berikutnya
6.      Amatilah objek dengan lensa okuler
7.      Sesuaikan cermin agar sinar cukup tersedia
8.      Sesuaikan lubang diafragma sehingga sinar yang diterima mata optimal (tidak terlalu terang atau redup).
9.      Jauhkan lensa objektif dari meja preparat dengan memutar pengatur kasar searah jarum jam.
10.  Sesuaikan lensa objektif perbesaran rendah pada jarak kira-kira 1 cm dari preparat. Lihat lagi melalui okuler, dan naikkan meja preparat dengan pemutar kasar kemudian gunakan pengatur halus sampai preparat jelas terlihat.
11.  Amati preparat, dan gambar hasil pengamatannya
12.  Bila pengamatan telah selesai putar revolver objektif ke perbesaran rendah, naikkan tabung atau turunkan meja, setelah itu ambil preparat dari meja preparat.



 IV.                HASIL DAN PEMBAHASAN

 

Pada praktikum mengenai mikroskop dan penggunaannya ini, kita melakukan pengamatan terhadap preparat awetan dari akar jagung. Sebelum melakukan pengamatan, kita mempelajari dan memahami nama, fungsi dan cara menggunakan komponen yang ada di mikroskop. Setelah memahami nama, fungsi dan cara menggunakan komponen/bagian yang ada di mikroskop, kita mempersiapkan preparat yang akan di amati. Mempelajari bagaimana cara meletakkan preparat pada meja preparat yang baik dan benar, dan setelah memahami semuanya, baru kita melakukan pengamatan terhadap preparat awetan akar jagung.
Biasanya kekuatan perbesaran paling umum adalah 4x, 10x, dan 40x. Ini adalah untuk mikroskop laboratorium. Selalu lebih baik untuk memulai dengan perbesaran terendah dan kemudian beralih ke kekuatan perbesaran yang lebih besar. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan perbesaran paling rendah terlebih dahulu, yaitu perbesaran 4x/0,10. Untuk melihat objek, tempatkan preparat diatas meja preparat, dan menahannya di tempat dengan klip panggung. Lihat melalui lensa mata dan kemudian mulai menggerakkan meja preparat ke atas ke bawah, ke kiri ke kanan untuk mulai memfokuskan gambar. Gunakan tombol penyesuaian kasar untuk memfokuskan gambar. Setelah difokuskan, amati preparat, dan sambil melihat melalui lensa mata, memfokuskan gambar dengan menggunakan tombol penyesuaian halus. Setelah selesai mengamati preparat dengan menggunakan perbesaran terendah, lalu kita gunakan perbesaran kedua yaitu perbesaran 10x /0,25 pada bagian nose-piece untuk lebih memperbesar objek. Pada perbesaran 10x/0,25 ini gambar tampak terlihat lebih jelas dan besar dibandingkan dengan perbesaran 4x/0,10.
Pada pengamatan sel akar jagung ini, hanya bisa dilakukan untuk 2 kali perbesaran saja yaitu perbesaran 4x/0,10 dan 10x/0.25. Untuk perbesaran berikutnya gambar yang dihasilkan tidak jelas.

1. Komponen Mikroskop
a. Kaki
Kaki berfungsi menopang dan memperkokoh kedudukan mikroskop. Pada kaki melekat lengan dengan semacam engsel, pada mikroskop sederhana (model student).
b. Lengan
Dengan adanya engsel antara kaki dan lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau direbahkan. Lengan dipergunakan juga untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop.
c. Cermin.
Cermin mempunyai dua sisi, sisi cermin datar dan sisi cermin cekung, berfungsi untuk memantulkan sinar dan sumber sinar. Cermin datar digunakan bila sumber sinar cukup terang, dan cermin cekung digunakan bila sumber sinar kurang. Cermin dapat lepas dan diganti dengan sumber sinar dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah tidak lagi dipasang cermin, karena sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki).
d. Kondensor
Kondensor tersusun dari lensa gabungan yang berfungsi  mengumpulkan sinar.
e. Diafragma
Diafragma berfungsi mengatur banyaknya sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris. Letak diafragma melekat pada diafragma di bagian bawah. Pada mikroskop sederhana hanya ada diafragma tanpa kondensor.

f. Meja preparat
Meja preparat merupakan tempat meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat. Objek diletakkan di meja dengan dijepit dengan oleh penjepit. Dibagian tengah meja terdapat lengan untuk dilewat sinar. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan meja tidak dapat dinaik atau diturunkan. Pada beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat dapat dinaik-turunkan.
g. Tabung.
Di bagian atas tabung melekat lensa okuler, dengan perbesaran tertentu (15X, 10X, dan 15 X). Dibagian bawah tabung terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa objektif.
h. Lensa obyektif
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik pembuatnya, misalnya 10X, 40X, 3 dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA). Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
i. Lensa Okuler
Lensa mikroskop yang terdapat di bagian ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
 
j. Pengatur Kasar dan Halus
Komponen ini letaknya pada bagian lengan dan berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan dilihat. Pada mikroskop dengan tabung lurus/tegak, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan tabung sekaligus lensa onbjektif. Pada mikroskop dengan tabung miring, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan meja preparat.
Kebanyakkan mikroskop laboratorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm, berkekuatan rendah (10 X); lensa 4 mm, berkekuatan kering tinggi (40-45X); dan lensa celup minyak 1,8 mm (97-100X). Objektif celup minyak memberikan perbesaran tertinggi dari ketiganya. Lensa okuler terletak pada ujung atas mikroskop, terdekat dengan mata. Lensa okuler biasanya mempunyai perbesaran: 5X, 10X, 12,5X dan 15X. Lensa okuler terdiri dari lensa plankonveks yaitu lensa kolektif dan lensa mata.

 V.                  SIMPULAN

Setelah melakukan praktikum ini, kita dapat :
-       Mengetahui komponen-komponen mikroskop beserta fungsi dari komponen tersebut
-       Mengetahui cara penggunaan mikroskop dengan baik
-        Juga dapat mengetahui bagaimana cara menyiapkan bahan yang akan diamati




DAFTAR PUSTAKA


Kanginan, Marthen. 2002. Fisika 1 SMA/MA Kelas X. Jakarta : Penerbit Erlangga
Latifah, Eva. dkk. 2009. Biologi SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Pratiwi. P. A. 2004. Biologi. Jakarta. Erlangga
Sumarsono, Joko. 2009. Fisika SMA/MA Kelas X. Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Alim, Tanri. 2013. Perbesaran Mikroskop. http://www.biologi-sel.com/2013/03/perbesaran-mikroskop.html. [diakses 3 Maret 2013]
Ridwan. Mohammad. 2012. Laporan Biologi SUKSES. http://www.slideshare.net/ridwan_nuria/biologi-fixed. [diakses 16 November 2012]