Selena Gomez - Come and Get It
[chorus]
When you're ready come and get it (x2)
Na na na (x3)
When you're re-e-a-dy (x2)
When you're ready come and get it
Na na na (x3)
You ain’t gotta worry it’s an open invitation
I’ll be sittin’ right here real patient
All day all night I’ll be waitin’ standby
Can’t stop because I love it, hate the way I love you
All day all night maybe I’m addicted for life, no lie.
I’m not too shy to show I love you, I got no regrets.
I love you much to, much to hide you, this love ain’t finished yet. This love ain’t finished yet…
So baby whenever you’re ready…
[chorus]
When you're ready come and get it (x2)
Na na na (x3)
When you're re-e-a-dy (x2)
When you're ready come and get it
Na na na (x3)
You got the kind of love that I want, let me get that.
And baby once I get it I’m yours no take backs.
I’m gon’ love you for life I ain’t leaving your side
Even if you knock it ain’t no way to stop it
Forever you’re mine baby I’m addicted no lie, no lie
I’m not too shy to show I love you, I got no regrets.
So baby whenever you’re ready…..
[chorus]
When you're ready come and get it (x2)
Na na na (x3)
When you're re-e-a-dy (x2)
When you're ready come and get it
Na na na (x3)
This love will be the death of me, but I know I’ll die happily
I’ll know I’ll know I’ll know
Because you love me so…Yeah!
[chorus]
When you ready come and get it
Na na na (x3)
When you're re-e-a-dy (x2)
When you're ready come and get it
Na na na (x3)
Tuesday, October 15, 2013
Lirik Lagu Slow Down - Selena Gomez
Selena Gomez - Slow Down
Now that I have captured your attention
I want to steal you for a rhythm intervention
Mr. T, you say I'm ready for inspection
Show me how you make a first impression
Oh, oh
Can we take it nice and slow, slow
Break it down and drop it low, low
Cause I just wanna party all night in the neon lights 'til you can't let me go
I just wanna feel your body right next to mine
All night long
Baby, slow down the song
And when it's coming closer to the end hit rewind
All night long
Baby, slow down the song
If you want me I'm accepting applications
So long as we keep this record on rotation
You know I'm good with mouth to mouth resuscitation
Breathe me in, breathe me out
So amazing
Oh, oh
Can we take it nice and slow, slow
Break it down and drop it low, low
Cause I just wanna party all night in the neon lights 'til you can't let me go
I just wanna feel your body right next to mine
All night long
Baby, slow down the song
And when it's coming closer to the end hit rewind
All night long
Baby, slow down the song
Breathe me in, breathe me out
The music's got me going
Breathe me in, breathe me out
No stop until the morning
Breathe me in, breathe me out
You know I'm ready for it
For it, for it
Yeah
Breathe me in, breathe me out
The music's got me going
Breathe me in, breathe me out
No stop until the morning
Breathe me in, breathe me out
You know I'm ready for it
For it, for it
Yeah
I just wanna feel your body right next to mine
All night long
Baby, slow down the song
And when it's coming closer to the end hit rewind
All night long
Baby, slow down the song
Now that I have captured your attention
I want to steal you for a rhythm intervention
Mr. T, you say I'm ready for inspection
Show me how you make a first impression
Oh, oh
Can we take it nice and slow, slow
Break it down and drop it low, low
Cause I just wanna party all night in the neon lights 'til you can't let me go
I just wanna feel your body right next to mine
All night long
Baby, slow down the song
And when it's coming closer to the end hit rewind
All night long
Baby, slow down the song
If you want me I'm accepting applications
So long as we keep this record on rotation
You know I'm good with mouth to mouth resuscitation
Breathe me in, breathe me out
So amazing
Oh, oh
Can we take it nice and slow, slow
Break it down and drop it low, low
Cause I just wanna party all night in the neon lights 'til you can't let me go
I just wanna feel your body right next to mine
All night long
Baby, slow down the song
And when it's coming closer to the end hit rewind
All night long
Baby, slow down the song
Breathe me in, breathe me out
The music's got me going
Breathe me in, breathe me out
No stop until the morning
Breathe me in, breathe me out
You know I'm ready for it
For it, for it
Yeah
Breathe me in, breathe me out
The music's got me going
Breathe me in, breathe me out
No stop until the morning
Breathe me in, breathe me out
You know I'm ready for it
For it, for it
Yeah
I just wanna feel your body right next to mine
All night long
Baby, slow down the song
And when it's coming closer to the end hit rewind
All night long
Baby, slow down the song
Thursday, October 10, 2013
Laporan Praktikum Biologi Cahaya pada Fotosintesis
LAPORAN
PRAKTIKUM BIOLOGI
CAHAYA PADA
FOTOSINTESIS
I.
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Suatu ciri hidup yang hanya
dimiliki khusus oleh tumbuhan hijau adalah kemampuan dalam menggunakan zat
karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan organik serta diasimilasi dalam
tubuh tumbuhan. Tumbuhan tingkat tinggi pada umumnya tergolong pada organisme
autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat mensintesis sendiri senyawa organik
yang dibutuhkannya. Senyawa organik yang baku adalah rantai karbon yang
dibentuk oleh tumbuhan hijau dari proses fotosintesis.
Fotosintesis merupakan akrivitas kimiawi dari
tumbuhan untuk membentuk energi. Beberapa faktor yang mempengaruhi fotsintesis
adalah air, konsentrasi CO2 dan cahaya. Cahaya tidak dapat dipisahkan dari
fotosintesis karena cahaya merupakan bahan bakar untuk menghasilkan karbohidrat
dan Oksigen. Pada dasarnya satu foton hanya dapat diserap oleh satu molekul saja pada waktu
tertentu dan terjadinya eksitasi pada suatu elektron dalam suatu molekul disebabkan oleh foton.
Foton akan menempati posisi pada kondisi tereksitasi yang ditangkap oleh
molekul-molekul pigmen.
Pigmen –pigmen atau warna-warna pada tanaman
terutama sayuran dan buah-buahan memiliki perbedaan warna yang disebabkan oleh
pigmen yang ada pada syuran atau buah-buahan tersebut. Beberapa pigmen yang
banyak dan biasa terlihat seperti klorofil, antosianin dan karotenoid (Karoten
dan xanotifil)
Warna hijau pada daun merupakan salah satu aplikasi
dari pigmen klorofil. Selain memberikan warna hijau pada daun, klorofil
memiliki andil besar dalam proses fotosintesis, tanpa adanya klorofil
fotosintesis tidak mungkin terjadi, kondisi ini terjadi karena klorofil
memiliki sifat dapat menerima sinar cahaya dan dapat mengembalikannya dalam
kondisi gelombang yang berbeda. Klorofil dapat mengalami degradasi warna yang
awalnya berwarna hijau dapat berubah menjadi warna kuning. Degradasi warna ini
dapat menjadi patokan atau tolak ukur
dari sayuran apakah masih segar atau tidak. Klorofil tidak larut dalam air
melaikan larut dalam etanol, eter, bensol, dan metanol. Klorofil tidak dapat larut
dalam air disebabkan memiliki lebih banyak sifat lipofil daripada hidrofil yang
menyebabkan sukar bersinggungan dengan air.
Pada umumnya, sel fotosintesis mengandung satu sel
atau lebih pigmen klorofil yang berwarna hijau. Berbagai sel fotosintesis
lainnya seperti pada ganggang dan bakteria, berwarna coklat, merah, atau ungu.
Hal ini disebabkan oleh adanya pigmen lain disamping klorofil yaitu pigmen
pelengkap seperti karotenoid yang berwarna kuning, merah atau ungu dan pigmen
fikobilin yang berwarna biru atau merah.
Fotosintesis pada tumbuhan dipengaruhi oleh beberapa
faktor seperti intensitas cahaya (laju fotosintesis maksimum ketika banyak
cahaya), konsentrasi karbondioksida (semakin banyak karbon dioksida diudara,
makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis),
suhu (enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesisnya dapat bekerja pada
suhu optimalnya).
Berdasarkan penjelasan diatas mengenai fotosintesis,
maka dilakukanlah praktikum ini sehingga kita dapat melihat bagaiman
fotosintesis berlangsung dan mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi
lajunya dan apa yang dihasilkan dari proses fotosintesis. Sehingga kita dapat
membandingkan antara teori yang kita dapat dari proses pembelajaran dengan
hasil yang kita temukan di dalam praktikum.
1.2 Tujuan
Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan pengaruh
warna cahaya terhadap kecepatan fotosintesis dan mengetahui jenis cahaya yang
memiliki pengaruh yang tinggi terhadap proses fotosintesis.
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Fotosintesis berasal
dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti penyusunan.
Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan alga, dan
beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan
memanfaatkan energi cahaya. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi
kehidupan di bumi. Fotosintesis juga sebagian besar menghasilkan oksigen yang
terdapat di atmosfer bumi. Fotosintesis juga merupakan salah satu cara
asimilasi karbon, karena dalam fotosintesis karbon bebas dari (CO2) diikat
(difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi.
Energi foton yang
digunakan untuk menggerakkan elektron melawanan gradient panas di dalam
fotosistem I dari sebuah agen dengan tenaga reduksi kuat, yang secara
termodinamis mampu mereduksi CO2 di dalam fotosistem II dari air dengan
pelepasan O2, jika sebuah molekul pigmen menyerap sebuah foton masuk ke dalam
sebuah keadaan tereksitasi, karena satu elektronnya pada keadaan dasar pindah
ke orbit (Anwar, 1984).
Orang yang pertama kali
menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz. Fotosintesis merupakan suatu
proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan fotosintesis ini tumbuhan
menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun tidak langsung. Jan
Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan Hydrilla Verticillata
ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan corong
terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh,
kemudian bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul
gelembung udara dari tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball,
1993).
Pada tahun 1860, Sach
membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Dalam percobaannya tersebut
ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus dengan kertas timah kemudian
daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan ditetesi dengan iodium. Ia
menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang tidak ditutupi kertas
timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).
Fotosistem ada dua
macam, yaitu fotosistem I dan fotosistem II. Fotosistem I tersusun oleh
klorifil a dan klorifil b dengan perbandingan 12:1 dan tereksitasi secara
maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 700 nm. Pada fotosistem II
perbandingan klorofil a dan klorofil b yaitu 1:2 dan tereksitasi secara
maksimum oleh cahaya pada panjang gelombang 680 nm (Syamsuri, 2000).
Tumbuhan bersifat
autotrof, autotrof artinya dapat mensintesis makanan langsung, dari senyawa
anorganik. Tumbuhan menggunakan karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula
dan oksigen yang diperlukan sebagai makanannya. Energi untuk menjalankan proses
ini berasal dari fotosintesis. Secara singkat reaksi fotosintesis yang
manghasilkan glukosa dapat dituliskan sebagai berikut :
12H2O + 6CO2 –cahaya→
C6H12O6 (glukosa) + 6O2 + 6H2O
Cahaya sangat besar
artinya bagi tumbuhan, terutama karena perannya dalam kegiatan fisiologis
seperti fotosintesis, respirasi,
pertumbuhan serta pembuangaan, pembukaan dan penutupan stomata, perkecambahan
dan pertumbuhan tanaman. Penyinaran matahari mempengaruhi pertumbuhan,
reproduksi dan hasil tanaman melalui prose fotosintesis (Nurshanti, 2011).
Lambers (2008) memaparkan bahwa tingkat ke ekstriman suatu lingkungan sangat
berpengaruh terhadap tanaman utamanya fotosintesis. Pada kondisi ekstrim
panas(tinggi), Pada suhu maksimum, pada suhu 45oC hingga 55oC selama dua jam,
tanaman akan mati. Tanaman yang kadarkarbohidratnya tinggi lebih tahan terhadap
suhu ekstrim tinggi, Suhu rendah pada kebanyakan tanaman mengakibatkan rusaknya
batang, daun muda, tunas, bunga dan buah. Besarnya kerusakan organ atau
jaringan tanaman, akibat suhu rendah tergantung pada, keadaan air, keadaan
unsur hara, morfologi dan kodisi fisiologit anaman.Tanaman yang jaringannya
kaya unsur kalium biasa lebih tahan terhadap suhu rendah, tetapi jaringan yang
banyak mengandung nitrogen padau mumnya lebih rapuh.
Klorofil merupakan
komponen penting pada tumbuhan untuk melakukan fotosintesis. Terdapat beberapa
faktor yang mempengaruhi pembentukan klorofil. 1) faktor bawaan, sama halnya
dengan pigmen-pigmen lainnya, klorofil dibawa oleh gen induknya, bila pada
indukan tidak terdapat klorofil maka pada anakan akan mengalami hal yang sama.
2) cahaya, dengan kondisi yang kurang cahaya atau gelap warna daunnya akan
pucat, jika kelebihan cahaya maka akan berwarna hijau kekuning-kuningan. 3)
oksigen, pada kecambah yang ditumbuhan tanpa cahaya lalu dipindahkan ke tempat
dengan cahaya tidak bisa menghasilkan klorofil tanpa pemberian Oksigen terlebih
dahulu. 4) karbohidrat, karbohidrat dapat membantu pembentukan klorofil bila
sebelumnya tanaman ditumbuhkan tanpa adanya cahaya. 5) Nitrogen dan Magnesium,
keduanya merupakan pehan penyusun dari klorofil. 6) unsur Mn, Cu, Zn, maskipun
kebutuhan tanaman akan unsur ini sedikit tetapi dengan unsur-unsur ini dapat
membantu pembentukan klorofil, jika kekuranganunsur-unsur ini tanaman akan
mengalami klorosis. 7) air, air meruakan
faktor penting, bila kekurangan air maka mengakibatkan desintegrasi dari
klorofil. 8) tempratur, tempratur yang ideal untuk pembentukan klorofil antara
3o-48oC (Dwidjoseputro, 1990). Unsur
Magnesium dalam tanaman tidak dapat dikesampingkan, menurut Nasamsir (2008)
magnesium merupakan unsur penusun klorofil, sehingga defisiensi magnesium akan
merupakan laju fotosintesis tanaman yang berdampak pada rendahnya produksi
fotosintat. Rendahnya produksi fotosintat akan mempengaruhi penambahan bobot
tanaman yang dicerminkan leh rendahnya LTR. Klorofil sendiri merupakan pembawa
warna hijau daun yeng terdapat di kloroplas dan berfungsi penting bagi
fotosintesis. Perubahan kkandungan klorofil, karotenoid dan antosianin berperan
aktif dalam perkembangan benih, ini menunjukkan pigmen yang ada akan
berpengaruh besar pada hasil dan mutu benih, pada masa perkecambahan benih
pigmen-pigmen tersebut juga berperan, adapun perbedaan yang terjadi antara
klorofil, antosianin dan karotenoid akan menyebabkan perbedaan pula pada masa
perkecambahan (Baharudin, 2011).
Karoten terbagi manjadi
beberapa warna, kuning (Xanthophyll), orange (Violaxauxhin), merah (Lycopene).
Karoten pada buah-bauahan merupakan erubahan warna ketika buah masak. Klorofil
sebagai warna hijau mulai hilang aau terdegradasi dan karotenoid tumbuh semakin
banyak hingga mendominasi sehingga warna berubah menjadi kuning, orange dan
merah. Pada jeruk manis merah darah, warna merah tidak hanya berasal dari
likopen tetapi juga berasal dari antosianin (Pracaya, 2000). Karotenoid
merupakan sumber provitamin A, kandungan provit-A dalam buah dalam kondisi
padat ataupun cair dapat cepat dikonversikan menjadi vitamin A. Karotenoid
dibagi menjadi dua fraksi, fraksi padat dan cair, jumlah fraksi cair lebih
banyak daripada fraksi padat. Perbedaan ini dapat dilihat dari warna fraksi
cair yang lebih merah daripada fraksi padatnya. Komposisi asam lemak penyusun pada
fraksi cair dan padat mempengaruhi kandungan karotenoid, pada fraksi cair lebih
banyak mengandung lemak tak jenuh sedangkan fraksi padat lebih banyak
mengandung lemak jenuh (Syahputra, 2008). Karotenoid dan antosianin dapat
berfungsi sebagai antioksidan dari patogen, agens fotoprotektif, dan
fotooksidasi yang berguna melindungi benih dari radiasi.
Menurut Serghein (2008)
kandungan antosianin dan konsentrasi flavonoid dapat membantu tanaman
terlindung dari paparan radiasi tidak baik dari sinar matahari, ini dibuktikan
dari peningkatan kandungan antosianin dan konsentrasi flavonoid yang meningkat
pada kacang polong yang disinari UV secara penuh. Flavonoid dapat menyerap
gelombang cahaya dengan panjang 220-30
mm. Berbeda dengan antosianin, jumlah dari klorofil dan karotenoid menurun
akibat paparan dari UV. Produksi flavonoid memerlukan gula sebagai sumber fosfoenolpirufat dan
eritrosa-4-fosfat yang menyedaiakan beberapa atom karbon yang diperlukan
flavonoid untuk cincin-B (Salisbury, 1992). Antosianin terdapat di dalam air
sel vakuola, biasanya terlarut.
Antosianin bersifat glikosida. Antosianin berwarna merah pada pH asam,
berwarna biru pada pH basa, dan berwarna ungu pada pH netral (Dwidjoseputro,
1990).
III.
PELAKSANAAN
PRAKTIKUM
3.1
Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilakukan di Laboratorium Kebun
Percobaan dan Penelitian (KP2) lantai 1 Fakultas Pertanian Perikanan dan
Biologi (Babel III) Universitas Negeri Bangka Belitung pada tanggal 1 Oktober
2013 pukul 09.10 – 10.45 WIB
3.2
Alat dan Bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu : Toples
plastik, Corong kaca kecil, Tabung reaksi, Stopwatch
Bahan yang digunakan pada praktiku ini yaitu :
Plastik warna biru, putih, kuning, merah, hijau, dan hitam, serta tumbuhan Hydrilla verticilata
3.3
Cara Kerja
1. Rangkai
alat dan bahan dengan toples diisi air, lalu letakkan tumbuhan Hydrilla verticilata didalam toples dan
tutup tumbuhan Hydrilla verticillata
dengan corong kaca, lalu tutup ujung corong dengan tabung reaksi yang sudah
terisi air hingga tidak terdapat rongga udara
2. Buat
rangkaian alat dan bahan sebanyak 7 set untuk setiap kelompok
3. Rangkaian
pertama dibiarkan dalam keadaan terbuka dan diletakkan di tempat yang terkena
cahaya matahari langsung
4. Rangkaian
kedua sungkup dengan plastik warna biru dan diletakkan di tempat yang terkena
cahaya matahari langsung
5. Rangkaian
ketiga sungkup dengan plastik warna putih dan diletakkan di tempat yang terkena
cahaya matahari langsung
6. Rangkaian
keempat sungkup dengan plastik warna kuning dan diletakkan di tempat yang terkena
cahaya matahari langsung
7. Rangkaian
kelima sungkup dengan plastik warna merah dan diletakkan di tempat yang terkena
cahaya matahari langsung
8. Rangkaian
keenam sungkup dengan plastik warna hijau dan diletakkan di tempat yang terkena
cahaya matahari langsung
9. Rangkaian
ketujuh sungkup dengan plastik warna hitam dan diletakkan di tempat yang
terkena cahaya matahari langsung
10. Setelah
selesai mempersiapkan ketujuh rangkaian alat dan bahan, lalu siapkan stopwatch
dan mulai amati apa yang terjadi selama 10 menit
11. Catat
hasil pengamatan pada tabel yang sudah disediakan
IV.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Fotosintesis merupakan
proses pembentukan makanan (glukosa) pada tumbuhan yang mengandung zat hara,
air dan karbondioksida dengan bantuan sinar matahari. Pada proses fotosintesis,
tumbuhan menangkap cahaya menggunakan pigmen yang disebut klorofil. Klorofil
mengandung organel yang disebut kloroplas. Kloroplas inilah yang menyerap
cahaya yang akan digunakan dalam fotosintesis. Sebagian besar energi dihasilkan
di daun, didalam daun terdapat lapisan sel yang disebut mesofil yang mengandung
setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya. Berikut merupakan reaksi
dalam proses fotosintesis: 6CO2 +
6H2O C6H12 O6 + 6O2.
Fotosintesis
dipengaruhi oleh beberapa faktor, faktor utama yang mempengaruhi laju
fotosintesis adalah sebagai berikut :
1. Intensitas
Cahaya , semakin banyak cahaya yang masuk semakin maksimal proses fotosintesis
pada tumbuhan.
2. Kadar
air, kebutuhan air pada tanaman harus tercukupi karena apabila kekurangan air
atau kekeringan menyebabkan stomata menutup, menghambat
penyerapan karbon dioksida sehingga mengurangi laju fotosintesis.
3.
Konsentrasi karbondioksida, semakin banyak
karbondioksida yang ada di
udara, semakin banyak pula jumlah bahan
yang didapatkan tumbuhan untuk
melangsungkan kegiatan fotosintesis.
4. Suhu,
enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada
suhu optimalnya. Pada umumnya laju fotosintesis meningkat seiring meningkatnya
suhu hingga batas toleransi enzim
5. Kadar
fotosintat (hasil fotosintesis), Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang,
laju fotosintesis akan naik. Namun, jika kadar fotosintat bertambah atau bahkan
sampai jenuh, maka laju fotosintesis akan berkurang.
Fotosintesis
memerlukan cahaya yang umumnya berasal dari cahaya matahari. Namun, tidak semua
cahaya matahari berguna untuk fotosintesis tetapi hanya cahaya dengan panjang
gelombang tertentu yang bermanfaat untuk memecah molekul air dalam proses
fotosintesis. Cahaya yang digunakan dalam fotosintesis adalah cahaya yang
tampak, dengan rentang panjang gelombang 400-760 nm. Sinar dengan gelombang lebih pendek
disebut ultraviolet (UV) yang mempunyai panjang 300-350 nm, sedangkan gelombang
yg lebih panjang disebut inframerah dengan panjang 700-750 nm. Cahaya tampak
terbagi atas merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu . Cahaya merah (610
- 700 nm), hijau kuning (510 - 600 nm), biru (410 - 500 nm) dan violet/ungu
(< 400 nm). Masing-masing jenis cahaya berbeda pengaruhnya terhadap
fotosintesis. Hal ini terkait pada sifat pigmen penangkap cahaya yang bekerja
dalam fotosintesis. Pigmen yang terdapat pada membran grana menyerap cahaya
yang memiliki panjang gelombang tertentu. Pigmen yang berbeda menyerap cahaya
pada panjang gelombang yang berbeda. Gelombang cahaya yang pendek < 400 nm
(ungu) akan cepat terserap oleh pigmen klorofil untuk melakukan fotosintesis
maka otomatis kerja sistem pada reaksi terang (membutuhkan cahaya) akan
maksimum dan menghasilkan glukosa yang lebih dari cukup dan melepaskan udara
(oksigen) yang lebih dari cukup pula.
Dalam kegiatan fotosintesis setiap tanaman menghasilkan oksigen
yang berbeda-beda. Oleh karena itu dalam praktikum kali ini kita menggunakan
tanaman hydrilla sp sebagai bahan pengamatan karena tanaman hydrilla ini
merupakan tanaman yang hidup di air, sehingga memudahkan kita untuk mengetahui
berapa banyak gelembung udara (oksigen) yang dihasilkan dari suatu proses
fotosintesis. Selain itu, hydrilla ini merupakan tumbuhan spermatophyta yang
hidup di air, sehingga ia memiliki bentuk adaptasi yang berbeda dengan
spermatophyta darat, memiliki kloroplas dan klorofil yang terdapat didalamnya.
Pada daunnya, dapat pula diamati proses aliran sitoplasmanya yaitu pada bagian
sel – sel penyusun ibu tulang daun yang memanjang di tengah – tengah daun. Pada
hydrilla juga terdapat trikoma yang berfungsi untuk mencegah penguapan yang
berlebihan.
Urutan hasil yang diperoleh dari
yang menghasilkan oksigen terbesar hingga terkecil adalah plastik biru, tanpa
plastik, plastik merah, plastik kuning, plastik hijau, plastik putih dan
plastik hitam. Karena daun pada hydrilla berwarna hijau maka klorofil akan
menyerap cahaya warna merah dan biru dan memantulkan cahaya hijau. Sehingga
apabila semakin banyak cahaya merah atau biru yang diperoleh hydrilla maka
semakin cepat proses fotosintesisnya sehingga menghasilkan O2 yang banyak pula.
V.
SIMPULAN
Setelah melakukan praktikum ini kita
dapat :
- Mengetahui
pengaruh warna cahaya terhadap kecepatan fotosintesis
- Mengetahui
jenis cahaya yang memiliki pengaruh yang tinggi terhadap proses fotosintesis
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, dkk. 2002. Biologi
Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Dwidjoseputro. 1990. Pengantar
Fisiologi Tumbuhan. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Kimball, John. W. 2000. Biologi
Edisi Kelima Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Nawangsari, Sugiri. 1998. Biologi. Bandung : Erlangga
Fatihah,
Ieyah. 2011. Fotosintesis. http://www.slideshare.net/atehhumaira/fotosintesis-slide?from_search=14.
[diakses 21 Desember 2011]
Rahma,
Handini. 2011. Fotosintesis. http://www.slideshare.net/andinrahma/fotosintesis-9298038?from_search=6.
[diakses 17 September 2011]
Laporan Praktikum Biologi Mikroskop dan Penggunaannya
LAPORAN
PRAKTIKUM BIOLOGI
MIKROSKOP DAN
PENGGUNAANNYA
I.
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Mikroskop merupakan salah satu alat yang
penting pada kegiatan laboratorium sains, khususnya biologi. Untuk mengamati
hewan atau benda mikroskopis, kita perlu menggunakan alat bantu untuk dapat
memperjelas objek pengamatan. Alat bantu tersebut dapat berupa kaca pembesar
(lup) maupun mikroskop. Mikroskop (bahasa Yunani: micron = kecil dan scopos =
tujuan) adalah sebuah alat untuk melihat objek yang terlalu kecil untuk dilihat
dengan mata telanjang. Hal ini membantu memecahkan persoalan manusia tentang organisme
yang berukuran kecil.
Mikroskop awalnya dibuat tahun 1590 oleh
Zaccharias Janssen dan Hans, seorang tukang kacamata dari Belanda. Selanjutnya
pada tahun 1610, Galileo, ahli fisika modern dan astronomi menggunakan
mikroskop untuk mengamati gejala alam. Beberapa tahun kemudian Antonie van
Leuwenhoek dari Belanda membuat mikroskop dengan satu lensa yang dapat
membesarkan objek yang diamati sampai 300 kali. Tahun 1663 Robert Hooke,
ilmuwan Inggris meneliti serangga dan tumbuhan dengan mikroskop. Ia menemukan sel-sel
kecil pada gabus.
Praktikum ini dilakukan dengan tujuan
agar kita mengetahui macam-macam mikroskop, bagaian-bagain mikroskop dan
fungsinya serta hal-hal lain yang berhubungan dengan mikroskop itu sendiri. Hal
dapat di dapat dicapai dengan mengenali baik-baik bagian-bagiannya, fungsinya,
serta cara penggunaan dan pemulihannya. Semakin ahli kita dalam menggunakan
mikroskop maka akan semakin baik pula hasil pengamatan mikroskopis yang kita
lakukan dengan menggunakan mikroskop.
.Suatu kenyataan yang tidak bisa
dibantah, bahwa kita hidup di dunia ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dengan alat yang serba canggih, serba cepat dan serba
otomatis, ini semua berkat kemajuan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,
selalu membawa ke untungan bagi manusia, karena segala kesulitan hampir dapat
dipecahkan. Seperti yang kita pelajari tentang benda-benda mikro (kecil) yang
tidak dapat dilihat dengan mata telanjang manuria, untuk itu dibutuhkan alat
yang dapat digunakan untuk melihat benda-benda mikro (kecil) tersebut yang
dinamakan mikroskop. Pengertian mikroskop sendiri adalah alat yang dapat
digunakan melihat benda-benda kecil.
Pengetahuan teori saja dirasa kurang
cukup untuk menunjang ketrampilan mahasiswa dalam pengoperasian mikroskop.
Karena mikroskop merupakan alat bantu utama dalam sebuah pengamatan dan
penelitian khususnya dalam melihat benda-benda kecil. Oleh karena itu sebagai
mahasiswa yang menuntut ilmu khususnya fakultas sains harus bisa menggunakan
dan mengetahui fungsi bagian-bagian dari mikroskop karena kita tidak akan
terlepas dari sebuah praktikum.
1.2
Tujuan
1. Memperkenalkan
komponen-komponen mikroskop dan cara penggunaannya
2. Mempelajari
cara penyiapan bahan yang akan diamati
II.
TINJAUAN
PUSTAKA
Mikroskop
pertama kali dikembangkan pada abad ke 16 menggunakan lensa sederhana
untuk mengatur cahaya biasa. Pertama kali perbesaran terbatas kira-kira 10 kali
dari ukuran objek sebenarnya. Setelah mengalami perbaikan akhirnya perbesaran
bisa mencapai 270 sampai 400 kali.
Penemu
sel dalam susunan organisme adalah bersamaan dengan munculnya pemakaian
mikroskop, yaitu Mikroskop Cahaya ( mikroskop yang sering digunakan
dalam biologi ), okuler baik yang berlensa tunggal atau dikenal dengan
nama Mikroskop Monokuler maupun yang berlensa ganda atau yang dikenal
dengan nama Mikroskop Binokuler. Sesungguhnya untuk meneliti sejarah
pemakaian mikroskop dengan perbaikan-perbaikan yang sangat sulit.
Dapat
dianggap bahwa penemuan alat-alat optik yang pertama adalah sudah merupakan
pangkal penemuan dari mikroskop. Penggunaan sifat-sifat optik suatu permukaan
yang melengkung sudah dilakukan oleh Euclid ( 3000SM
), Ptolemy ( 127-151 ), dan oleh Alhazan pada awal abad
ke-11, tetapi pemakaian praktis alat pembesaran optik belum dilakukan. Baru
pada abad ke-16,Leonardo da Vinci dan Maurolyco mempergunakan
lensa untuk melihat benda-benda yang kecil.
Kakak
beradik pembuat kaca mata bangsa Belanda yang
bernama Zachary dan Francis Jansen pada tahun 1590
menemukan pemakaian dua buah lensa cembung dalam sebuah tabung. Penemuan ini
dianggap sebagai prototip dari mikroskop. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z
Jansen telah menemukan mikroskop yang lebih maju dengan nama mikroskop ganda.
Tahun
1610 Galileo dengan kombinasi beberapa lensa yang dipasang dalam sebuah
tabung timah untuk pertama kalinya berhasil digunakan sebagai sebuah mikroskop
sederhana.
Tahun
1632-1723, Anthony van Lauwenhoek dapat membuat lensa-lensa dengan perbesaran
yang memuaskan untuk melihat benda-benda yan kecil. Walaupun demikian terdapat
keterbatasan kemampuan sebuah mikroskop dalam daya urainya. Hal tersebut
terlihat jelas dalam sebuah rumus yang ditemukan oleh Abbe pada abad yang lalu.
Dari
keterbatasan daya urai sebuah mikroskop, apabila dianalisis dengan menggunakan
rumus Abbe, ternyata tidak terlalu dipengaruhi oleh lensa mikroskop, melainkan
dipengaruhi oleh panjang gelombang cahaya yang dipakai. Pada awal abad ke-17
telah ditemukan mikroskop dengan bentuk lensa tunggal. Cara menggunakan
mikroskop ini adalah dengan meletakkan objek yang diperiksa pada ujung jarum
dan sisi lain lensa dibawa kedekat mata. Dengan menekan atau mengendorkan jarum
didepan lensa, maka akan diperoleh titik fokusnya.
Setelah
kemajuan dalam bidang teknologi maka bermuncullanlah berbagai tipe mikroskop
modern. Mikroskop modern meliputi mikroskop cahaya, mikroskop ultraviolet,
mikroskop fluerense, mikroskop elektron, dan mikroskop akustik.
Mikroskop
berasal dari kata mikro yang berarti kecil dan scopium (penglihatan). Mikroskop
adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari
benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop
terdiri dari beberapa bagian yang memiliki fungsi tersendiri.
Mikroskop
pada prinsipnya terdiri dari dua lensa cembung yaitu sebagai lensa objektif
(dekat dengan mata) dan lensa okuler (dekat dengan benda). Baik objektif maupun
okuler dirancang untuk perbesaran yang berbeda. Lensa objektif biasanya
dipasang pada roda berputar, yang disebut gagang putar. Setiap lensa objektif
dapat diputar ke tempat yang sesuai dengan perbesaran yang diinginkan. Sistem
lensa objektif memberikan perbesaran mula-mula dan menghasilkan bayangan nyata
yang kemudian diproyeksikan ke atas lensa okuler. Bayangan nyata tadi
diperbesar oleh okuler untuk menghasilkan bayangan maya yang kita lihat.
Kebanyakkan
mikroskop laboratorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm,
berkekuatan rendah (10 X); lensa 4 mm, berkekuatan kering tinggi (40-45X); dan
lensa celup minyak 1,8 mm (97-100X). Objektif celup minyak memberikan
perbesaran tertinggi dari ketiganya. Lensa okuler terletak pada ujung atas
mikroskop, terdekat dengan mata. Lensa okuler biasanya mempunyai perbesaran:
5X, 10X, 12,5X dan 15X. Lensa okuler terdiri dari lensa plankonveks yaitu lensa
kolektif dan lensa mata.
1.
Komponen Mikroskop
a.
Kaki
Kaki berfungsi menopang dan memperkokoh
kedudukan mikroskop. Pada kaki melekat lengan dengan semacam engsel, pada
mikroskop sederhana (model student).
b.
Lengan
Dengan adanya engsel antara kaki dan
lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau direbahkan. Lengan dipergunakan juga
untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop.
c.
Cermin.
Cermin mempunyai dua sisi, sisi cermin
datar dan sisi cermin cekung, berfungsi untuk memantulkan sinar dan sumber
sinar. Cermin datar digunakan bila sumber sinar cukup terang, dan cermin cekung
digunakan bila sumber sinar kurang. Cermin dapat lepas dan diganti dengan
sumber sinar dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah tidak lagi dipasang
cermin, karena sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki).
d. Kondensor
Kondensor tersusun dari lensa gabungan
yang berfungsi mengumpulkan sinar.
e. Diafragma
Diafragma berfungsi mengatur banyaknya
sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris. Letak diafragma melekat pada
diafragma di bagian bawah. Pada mikroskop sederhana hanya ada diafragma tanpa
kondensor.
f. Meja preparat
Meja preparat merupakan tempat
meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat. Objek diletakkan di meja dengan
dijepit dengan oleh penjepit. Dibagian tengah meja terdapat lengan untuk
dilewat sinar. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan meja tidak dapat dinaik
atau diturunkan. Pada beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat
dapat dinaik-turunkan.
g. Tabung.
Di bagian atas tabung melekat lensa
okuler, dengan perbesaran tertentu (15X, 10X, dan 15 X). Dibagian bawah tabung
terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa
objektif.
h. Lensa obyektif
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan
bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan
terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar
bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik
pembuatnya, misalnya 10X, 40X, 3 dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA).
Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan
menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang
berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
i. Lensa Okuler
Lensa mikroskop yang terdapat di bagian
ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk
memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan
yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
j. Pengatur Kasar dan Halus
Komponen ini letaknya pada bagian lengan
dan berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan
dilihat. Pada mikroskop dengan tabung lurus/tegak, pengatur kasar dan halus
untuk menaikturunkan tabung sekaligus lensa onbjektif. Pada mikroskop dengan
tabung miring, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan meja preparat.
2.
Macam-macam Mikroskop
Ada beberapa jenis mikroskop dimana
mikroskop ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing – masing yaitu :
1.
Mikroskop Elektron
Mikroskop
ini menggunakan elektro statik dan elektro maknetik untuk mengontrol
pencahayaan dan tampilan gambar serta memiliki kemampuan pembesaran objek serta
resolusi yang jauh lebih bagus dari pada mikroskop cahaya. Mikroskop electron
ini menggunakan jauh lebih banyak energi dan radiasi elektro maknetikmyang
lebih pendek dibandingkan mikroskop cahaya.
Macam –macam mikroskop
elektron:
·
Mikroskop
transmisi elektron (TEM)
·
Mikroskop
pemindai transmisi elektron (STEM)
·
Mikroskop
pemindai electron
·
Mikroskop
pemindai lingkungan electron (ESEM)
·
Mikroskop
refleksi elektron (RE)
2.
Mikroskop Stereo
Mikroskop stereo
merupakan jenis mikroskop yang hanya bisa digunakan untuk benda yang berukuran
relative besar. Mikroskop stereo memiliki perbesasran 7 hingga 30 kali. Benda
yang diamati dengan mikroskop ini dapat dilihat secara 3 dimensi. Komponen
utama mikroskop stereo hamper sama dengan mikroskop cahaya. Lensa terdiri atas
lensa okuler dan lensa objektif.
Beberapa perbedaan dengan mikroskop
cahaya adalah: (1) ruang ketajaman lensa mikroskop stereo jauh lebih tinggi
dibandinhkan denan mikroskop cahaya ssehingga kita dapat melihat bentuk tiga
dimensi benda yang diamati, (2) sumber cahaya berasal dari atas sehingga objek
yang tebal dapat diamati. Perbesaran lensa okuler biasannya 3 kali, sehingga
prbesaran objek total minimal 30 kali. Pada bagian bawah mikroskop terdapat
meja preparat. Pada daerah dekat lenda objektif terdapat lampu yang dihubungkan
dengan transformator. Pengaturan focus objek terletak disamping tangkai
mikroskop, sedangkan pengaturan perbesaran terletak diatas pengatur fokus.
3.
Mikroskop Fase kontras
Cara
ideal untuk mengamati benda hidup adalah dalam kadaan alamiahnya yaitu tidak
diberi warna dalam keadan hidup, namun pada galibnya fragma benda hidup yang
mikroskopik (jaringan hewan atau bakteri) tembus chaya sehingga pada
masing-masing tincram tak akan teramati, kesulitan ini dapat diatasi dengan
menggunakan mikroskop fasekontras. Prinsip alat ini sangat rumit apabila
mikroskop biasa digunakan nuklus sel hidup yang tidak diwwarnai dan tidak dapat
dilihat, walaupun begitu karena nucleus dalam sel, nukleus ini mengubah sedikit
hubungan cahaya yang melalui meteri sekitar inti.
Hubungan
ini tidak dapaat ditangkap oleh mata manusia disebut fase. Namun suatu susunan
filter dan diafragma pada mikroskop fase kontras akan mengubah perbedaan fase
ini menjadi perbedaan dalam terang yaitu daerah-daerah terang dan bayangan yang
dapat ditangkap oleh mata dngan demikian nukleus (dan unsure lain yang sejauh
ini tak dapat dilihat menjadi dapat dilihat
4.
Mikroskop Cahaya
Mikroskop
cahaya memiliki perbesaran maksimal 1000 kali. Mikroskop memeiliki kaki yang
berat dan kokoh agar dapat berdiri dengan stabil. Mikroskop cahaya memiliki
tiga dimensi lensa yaitu lensa objektif, lensa okuler dan lensa kondensor.
Lensa objektif dan lensa okuler terletak pada kedua ujung tabung
mikroskop.Lensa okuler pada mikroskop bias membentuk bayangan tunggal
(monokuler) atau ganda (binikuler). Paada ujung bawah mikroskop terdapat
dudukan lensa obektif yang bias dipasangi tiga lensa atau lebih. Di bawah
tabung mikroskop terdapat meja mikroskop yang merupakan tempat preparat. Sistem
lensa yang ketiga adalah kondensor. Kondensor berperan untuk menerangi objek
dan lensa mikroskop yang lain.
Pada
mikroskop konvensional, sumber cahaya masih barasal dari sinar matahari yang
dipantulkan oleh suatu cermin dataar ataupun cukung yang terdapat dibawah
kondensor. Cermin in akan mengarahkan cahaya dari luar kedalam kondensor. Pada
mikroskop modern sudah dilengkapai lampu sebagai pengganti cahaya matahari.
Lensa
objektif bekerja dalam pembentukan bayangan pertama. Lensa ini menentukan
struktur dan bagian renik yang akan menentukan daya pisah specimen, sehingga
mampu menunjukkan struktur renik yang berdekatan sebagai dua benda yang
terpisah.Lensa okuler, merupakan lensa likrskop yang terdpat dibagian ujung
atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfugsi untuk
memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa objektif. Perbesran bayangan
yang terbentuk berkisar antara 4-25 kali.Lensa kondensor berfungsi untukk
mendukung terciptanya pencahayaan padda objek yang akan difokus, sehinga
pengaturrnnya tepat akan diperoleh daya pisah maksimal, dua benda menjadi satu.
Perbesaran akan kurang bermanfatjika daya pisah mikroskop kurang baik.
5.
Mikroskop Pender (Flourenscence
Microscope)
Mikroskop
pender ini dapat digunakan untuk mendeteksi benda asing atau Antigen (seperti
bakteri, ricketsia, atau virus) dalam jaringan. Dalam teknk ini protein
anttibodi yang khas mula-mula dipisahkan dari serum tempat terjadinya rangkaian
atau dikonjungsi dengan pewarna pendar. Karena reaksi Antibodi-Antigen itu
besifat khas, maka peristiwa pendar akanan terjadi apabila antigen yang
dimaksut ada dan dilihat oleh antibody yang ditandai dengan pewarna pendar.
6.
Mikroskop medan-gelap
Mikroskop
medan gelapdigunakan untuk mengamati bakteri hidup khususnya bakteri yang
begitu tipis yang hamper mendekai batas daya mikrskop majemuk. Mikroskop
medan-Gelap berbeda dengan mikroskop cahaya majemuk biasa hanya dalam hal
adanya kondensor khusus yang dapat membentuk kerucut hampa berkas cahaya yang
dapat dilihat. Berkas cahaya dari kerucut hampa ini dipantulkan dengan sudut
yang lebih kecil dari bagian atas gelas preparat.
7.
Mikroskop Ultraviolet
Suatu variasi
dari mikroskop cahaya biasa adalah mikroskop ultraviolet. Karena cahaaya
ultraviolet memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dari pada cahaya yang
dapat dilihat, penggunaan cahaya ultra violet untuk pecahayaan dapat
meningkatkan daya pisah menjadi 2 kali lipat daripada mikroskop biasa. Batas
daya pisah lalu menjadium. Karena cahaya ultra violet tak dapat di;lihat oleh
nata manusia, bayangan benda harus direkam pada piringan peka cahaya9photografi
Plate). Mikroskop ini menggunakan lensa kuasa, dan mikroskop ini terlalu rumit
serta mahal untuk dalam pekerjaan sehari-hari.
III.
PELAKSANAAN
PRAKTIKUM
3.1
Waktu
dan Tempat
Waktu : 09.10 – 10.45 WIB
Tempat :
Laboratorium MIPA Babel III Universitas Negeri Bangka
Belitung
3.2
Alat
dan Bahan
Alat :
·
Mikroskop Stereo
Bahan :
· Preparat
awetan akar, batang dan daun
3.3
Cara
Kerja
1.
Siapkan mikroskop dan preparat yang akan
digunakan dalam kegiatan praktikum
2.
Letakkan mikroskop stereo di atas meja
dan hubungkan mikroskop stereo dengan sumber listrik
3.
Tekan tombol “on” pada transformator
4.
Letakkan preparat awetan pada meja
preparat, pastikan meja preparat dalam keadaan datar agar kaca preparat awetan
tidak jatuh dan pecah
5.
Amati objek dengan menggunakan
perbesaran paling rendah terlebih dahulu, jika selesai mengamati perbesaran
terendah, naik ke perbesaran berikutnya
6.
Amatilah objek dengan lensa okuler
7.
Sesuaikan cermin agar sinar cukup
tersedia
8.
Sesuaikan lubang diafragma sehingga
sinar yang diterima mata optimal (tidak terlalu terang atau redup).
9.
Jauhkan lensa objektif dari meja
preparat dengan memutar pengatur kasar searah jarum jam.
10. Sesuaikan
lensa objektif perbesaran rendah pada jarak kira-kira 1 cm dari preparat. Lihat
lagi melalui okuler, dan naikkan meja preparat dengan pemutar kasar kemudian
gunakan pengatur halus sampai preparat jelas terlihat.
11. Amati
preparat, dan gambar hasil pengamatannya
12. Bila
pengamatan telah selesai putar revolver objektif ke perbesaran rendah, naikkan tabung
atau turunkan meja, setelah itu ambil preparat dari meja preparat.
IV.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Pada praktikum mengenai mikroskop dan
penggunaannya ini, kita melakukan pengamatan terhadap preparat awetan dari akar
jagung. Sebelum melakukan pengamatan, kita mempelajari dan memahami nama,
fungsi dan cara menggunakan komponen yang ada di mikroskop. Setelah memahami
nama, fungsi dan cara menggunakan komponen/bagian yang ada di mikroskop, kita
mempersiapkan preparat yang akan di amati. Mempelajari bagaimana cara
meletakkan preparat pada meja preparat yang baik dan benar, dan setelah
memahami semuanya, baru kita melakukan pengamatan terhadap preparat awetan akar
jagung.
Biasanya kekuatan perbesaran paling umum
adalah 4x, 10x, dan 40x. Ini adalah untuk mikroskop laboratorium. Selalu lebih
baik untuk memulai dengan perbesaran terendah dan kemudian beralih ke kekuatan
perbesaran yang lebih besar. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan perbesaran
paling rendah terlebih dahulu, yaitu perbesaran 4x/0,10. Untuk melihat objek,
tempatkan preparat diatas meja preparat, dan menahannya di tempat dengan klip
panggung. Lihat melalui lensa mata dan kemudian mulai menggerakkan meja
preparat ke atas ke bawah, ke kiri ke kanan untuk mulai memfokuskan gambar.
Gunakan tombol penyesuaian kasar untuk memfokuskan gambar. Setelah difokuskan,
amati preparat, dan sambil melihat melalui lensa mata, memfokuskan gambar
dengan menggunakan tombol penyesuaian halus. Setelah selesai mengamati preparat
dengan menggunakan perbesaran terendah, lalu kita gunakan perbesaran kedua
yaitu perbesaran 10x /0,25 pada bagian nose-piece untuk lebih memperbesar
objek. Pada perbesaran 10x/0,25 ini gambar tampak terlihat lebih jelas dan
besar dibandingkan dengan perbesaran 4x/0,10.
Pada pengamatan sel akar jagung ini,
hanya bisa dilakukan untuk 2 kali perbesaran saja yaitu perbesaran 4x/0,10 dan
10x/0.25. Untuk perbesaran berikutnya gambar yang dihasilkan tidak jelas.
1. Komponen Mikroskop
a.
Kaki
Kaki berfungsi menopang dan memperkokoh
kedudukan mikroskop. Pada kaki melekat lengan dengan semacam engsel, pada
mikroskop sederhana (model student).
b.
Lengan
Dengan adanya engsel antara kaki dan
lengan, maka lengan dapat ditegakkan atau direbahkan. Lengan dipergunakan juga
untuk memegang mikroskop pada saat memindah mikroskop.
c.
Cermin.
Cermin mempunyai dua sisi, sisi cermin
datar dan sisi cermin cekung, berfungsi untuk memantulkan sinar dan sumber
sinar. Cermin datar digunakan bila sumber sinar cukup terang, dan cermin cekung
digunakan bila sumber sinar kurang. Cermin dapat lepas dan diganti dengan
sumber sinar dari lampu. Pada mikroskop model baru, sudah tidak lagi dipasang
cermin, karena sudah ada sumber cahaya yang terpasang pada bagian bawah (kaki).
d. Kondensor
Kondensor tersusun dari lensa gabungan
yang berfungsi mengumpulkan sinar.
e. Diafragma
Diafragma berfungsi mengatur banyaknya
sinar yang masuk dengan mengatur bukaan iris. Letak diafragma melekat pada
diafragma di bagian bawah. Pada mikroskop sederhana hanya ada diafragma tanpa
kondensor.
f.
Meja preparat
Meja preparat merupakan tempat
meletakkan objek (preparat) yang akan dilihat. Objek diletakkan di meja dengan
dijepit dengan oleh penjepit. Dibagian tengah meja terdapat lengan untuk
dilewat sinar. Pada jenis mikroskop tertentu,kedudukan meja tidak dapat dinaik
atau diturunkan. Pada beberapa mikroskop, terutama model terbaru, meja preparat
dapat dinaik-turunkan.
g.
Tabung.
Di bagian atas tabung melekat lensa
okuler, dengan perbesaran tertentu (15X, 10X, dan 15 X). Dibagian bawah tabung
terdapat alat yang disebut revolver. Pada revolver tersebut terdapat lensa
objektif.
h.
Lensa obyektif
Lensa objektif bekerja dalam pembentukan
bayangan pertama. Lensa ini menentukan struktur dan bagian renik yang akan
terlihat pada bayangan akhir. Ciri penting lensa obyektif adalah memperbesar
bayangan obyek dengan perbesaran beraneka macam sesuai dengan model dan pabrik
pembuatnya, misalnya 10X, 40X, 3 dan 100X dan mempunyai nilai apertura (NA).
Nilai apertura adalah ukuran daya pisah suatu lensa obyektif yang akan
menentukan daya pisah spesimen, sehingga mampu menunjukkan struktur renik yang
berdekatan sebagai dua benda yang terpisah.
i.
Lensa Okuler
Lensa mikroskop yang terdapat di bagian
ujung atas tabung, berdekatan dengan mata pengamat. Lensa ini berfungsi untuk
memperbesar bayangan yang dihasilkan oleh lensa obyektif. Perbesaran bayangan
yang terbentuk berkisar antara 4 - 25 kali.
j.
Pengatur Kasar dan Halus
Komponen ini letaknya pada bagian lengan
dan berfungsi untuk mengatur kedudukan lensa objektif terhadap objek yang akan
dilihat. Pada mikroskop dengan tabung lurus/tegak, pengatur kasar dan halus
untuk menaikturunkan tabung sekaligus lensa onbjektif. Pada mikroskop dengan
tabung miring, pengatur kasar dan halus untuk menaikturunkan meja preparat.
Kebanyakkan
mikroskop laboratorium dilengkapi dengan tiga lensa objektif : lensa 16 mm,
berkekuatan rendah (10 X); lensa 4 mm, berkekuatan kering tinggi (40-45X); dan
lensa celup minyak 1,8 mm (97-100X). Objektif celup minyak memberikan
perbesaran tertinggi dari ketiganya. Lensa okuler terletak pada ujung atas
mikroskop, terdekat dengan mata. Lensa okuler biasanya mempunyai perbesaran:
5X, 10X, 12,5X dan 15X. Lensa okuler terdiri dari lensa plankonveks yaitu lensa
kolektif dan lensa mata.
V.
SIMPULAN
Setelah
melakukan praktikum ini, kita dapat :
- Mengetahui
komponen-komponen mikroskop beserta fungsi dari komponen tersebut
- Mengetahui
cara penggunaan mikroskop dengan baik
- Juga dapat mengetahui bagaimana cara
menyiapkan bahan yang akan diamati
DAFTAR PUSTAKA
Kanginan,
Marthen. 2002. Fisika 1 SMA/MA Kelas X.
Jakarta : Penerbit Erlangga
Latifah,
Eva. dkk. 2009. Biologi SMA/MA Kelas X.
Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Pratiwi.
P. A. 2004. Biologi. Jakarta.
Erlangga
Sumarsono,
Joko. 2009. Fisika SMA/MA Kelas X.
Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Alim,
Tanri. 2013. Perbesaran Mikroskop. http://www.biologi-sel.com/2013/03/perbesaran-mikroskop.html.
[diakses 3 Maret 2013]
Ridwan.
Mohammad. 2012. Laporan Biologi SUKSES. http://www.slideshare.net/ridwan_nuria/biologi-fixed.
[diakses 16 November 2012]
Subscribe to:
Comments (Atom)